Organ Penyusun Sistem Pertahanan Tubuh

Gambar 1. Organ Penyususn Sistem pertahanan Tubuh

a.      Tonsil ialah jaringan lymphatic yang terdiri dari kumpulan-kumpulan limposit dan fungsinya ialah memproduksi limposit dan antibodi yang kemudian akan masuk ke dalam cairan lymph (Kurnadi,2008:42).
b.      Limpa ialah sebuah kelenjar berwarna ungu tua yang terletak di sebelah belakang lambung. Limpa berfungsi sebagai: 1) tempat pembentukan sel darah putih; 2) Tempat cadangan sel darah; 3) tempat pembongkaran sel darah merah yang sudah mati; 4)Tempat membunuh kuman-kuman penyakit (Syamsuri, 2007:145).
c.     Thymus suatu jaringan lymphatic yang terletak sepanjang trakea di rongga dada bagian atas.Thymus membesar sewaktu pubertas dan atrophy (mengecil) setelah dewasa. Fungsi thymus ialah memproses limposit muda menjadi Limposit T.Limposit T yang terbentuk kemudian berimigrasi menuju jaringan-jaringan limfatik lainnya (Kurnadi,2008:14). 
d.   Sumsum Tulang termasuk jaringan limfatik yang memproduksi limposit muda yang akan diproses pada thymus atau tempat-tempat lainnya untuk menjadi Limposit T dan Limposit B (Kurnadi,2008:143).

Kelainan-kelainan Pada Sistem Pertahanan Tubuh

     Ketidakseimbangan, baik kekurangan maupun kelebihan, dalam sistem pertahanan tubuh dapat menimbulkan penyakit, antara lain sebagai berikut.
1. Imunodefisiensi
     Imunodefisiensi adalah keadaan dimana sistem kekebalan seseorang sangat lemah atau tidak mampu melakukan tugasnya melawan infeksi berbahaya. Imunodefisiensi dapat terjadi karena bawaan sejak lahir maupun muncul di waktu dewasa.
     Imunodefisiensi yang paling mematikan adalah AIDS ( acquire immune deficiency syndrome) yang disebabkan HIV (Human Immunodefiency virus). HIV menghambat kerja sel T helper sehingga menekan sistem kekebalan. Penderita AIDS umumnya meninggal karena komplikasi berbagai infeksi penyakit yang tidak dapat diatasi oleh sistem kekebalannya yang lemah.
Gambar 10. Penderita HIV/AIDS
2. Hipersensitivitas (Alergi)
    Hipersensitivitas adalah respon berlebihan terhadap antigen tertentu. Dalam peristiwa alergi, sistem kekebalan dapat menyebabkan kerusakan jaringan ketika berusaha melakukan perlawanan. Antigen yang menyebabkan alergi disebut alergen.
Gambar 11. Penderita alergi
3. Autoimunitas
   Autoimunitas adalah kegagalan sistem kekebalan untuk mengenali sel tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan menganggap sel tubuhnya sebagai antigen dan menghasilkan antibodi untuk melawannya.Contoh: Penyakit Lupus.
Gambar 12. Penderita Lupus

4.  Isoimunitas
     Isoimunitas adalah keadaan dimana tubuh mendapatkan kekebalan dari individu lain yang melawan sel tubuhnya sendiri. Isoimunitas dapat muncul akibat transfusi darah atau karena cangkok organ dari orang lain.

Respon Kekebalan

       Jika terpapar oleh suatu antigen, akan terjadi respon kekebalan. Perkenalan pertama dengan suatu antigen akan membangkitkan respon kekebalan primer. Jika setelah beberapa waktu, seseorang terkena antigen yang sama, maka akan muncul respon kekebalan sekunder.
1. Respon Kekebalan Primer
    Setelah antigen masuk kedalam tubug, atnibodi tidak segera terbentuk didalam serum darah. Masa antara pemberian antigen dan dibentuknya antibodi dalam serum disebut periode laten. Lama periode laten sekita 6-7 hari. Pada periode laten, antigen disampaikan pada sel-sel yang imunokompeten, yaitu sel B yang menghasilkan antibodi. Pada periode ini terjadi poliferase dan diferensiasi sel B. Setelah periode laten, kemudian masuk pada tahap periode biosentisis. fase awal dari periode logaritmis didalam tubuh, diikuti fase mantap, yaitu dimana kecepatan sintesis protein sama dengan kecepatan katabolismenya, dan di akhiri fase penurunan, yaitu dimana katabolisme antibodi lebih cepat  daripada sintesisnya.
2. Respon Kekebalan Sekunder
     Pertemuan kedua antigen yang sama yang pernah diberikan sebelumnya akan membangkitkan respon kekebalan sekunder. Ketika antigen ini terpapar pada tubuh, antibodi yang masih ada dalam serum akan menyusut, fase ini disebut dengan fase negatif.Antigen dan antibodi dalam serum kemudian akan membentuk kompleks antigen-antibodi. Jika dosis antigen sedikit, respon kekebalan yang kuat tidak akan terjadi. Hal tersebut mungkin karena serum antigen tersebut telah digunakan untuk membentuk kompleks Antigen-Antibodi. Sebaliknya, jika dosis antigen cukup banyak, sel-sel B yang tersisa akan membentuk antibodi sehingga muncullah respon sekunder.
3. Perbedaan Respon Primer dan Respon Sekunder
      Pada peristiwa stimulasi respon primer, sel-sel perkusor membelah diri dan mengadakan diferensiasi menjadi sel-sel pembentuk antibodi yang memproduksi IgM dan IgG. Selama proses terbentuk sel-sel memori yang jumlahnya masih terbatas . Menusul respon sekunder, sel-sel sensitif terhadap antigen jumlahnya bertambah cepat sehingga sintesis antibodi meningkat.
        Respon kekebalan sekunder yang muncul bersifat lebih cepat, lebih tahan lama, dan lebih efektif daripada respon sebelumnya. Hal itu disebabkan sistem kekebalan telah lebih siap terhadap antigen karena sel-sel memori bersiap melawan antigen. sel-sel memori ini yang paa akhirnya akan menimbulkan memori imunologis.
Gambar 9. Respon Kekebalan


Mengenal Anti bodi dan Antigen

Dua Substansi yang memegang peranan penting dalam sistem kekebalan adalah antigen dan antibodi
1. Antigen
    Antigen adalah suatu substansi kimia yang mampun merangsang sistem imun (kekebalan) untuk menimbulkan respon spesifik. Contoh antigen adalah bagian luar kapsul atau dinding sel bakteri. Antigen disebut juga sebagai imunogen.
    Antigen mempunyai dua ciri penting, yaitu sebagai berikut:
a. Imunogenitas, yaitu kemampuan untuk memicu perbanyakan antibodi dan limfosit spesifik.
b. Reaktivitas, yaitu kemampuan untuk bereaksi dengan limfosit yang teraktivasi dan antibodi yang dilepaskan oleh reaksi kekebalan.
    Selain antigen, terdapat juga molekul yang disebut dengan Hapten. Hapten adalah substansi kimiawi sederhana atau suatu bagian dari antigen yang tidak menimbulkan respon kekebalan, tetapi jika hapten berikatan dengan protein tubuh akan mengenalinya sebagai substansi berbahaya.

2. Antibodi
    Antibodi adalah protein yang dibentuk sebagai respon terhadap suatu antigen dan secara spesifik mengadakan reaksi dengan antigen tersebut. Antibodi tidak dapat menghancurkan antigen. Antibodi tidak bisa secara langsung menghancurkan antigen. Fungsi utama antibodi adalah menonaktifkan dan menandai antigen untuk pengancuran lebih lanjut. Umumnya, jika antibodi bertemu dengan antigen akan terbentuk kompleks antigen-antibodi.
    Antibodi disebut juga imunoglobin. Ada lima imunoglobin (Ig) utama, yaitu IgG, IgA, IgM,IgD, dan Ig E.
a. Imunogloblin G (igG)
    Merupakan antibodi yang paling berlimpah dalam sirkulasi. Antibodi ini dengan mudah melewati dinding pembuluh darah dan memasuki cairan jaringan. IgG juga menembus plasenta dan memberikan kekebalan pasif bagi ibu ke janin. Ig G melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan toksin yang beredar dalam darah dan limfa, dan memicu kerja sistem komplemen.   Campbell, Neil A. et al. (2004).
b. Imunogloblin A (IgA)
    IgA dihasilkan paling banyak dalam bentuk dua monomer Y (suatu dimer) oleh sel-sel yang terdapat berlimpah pada membran mukosa. Fungsi utama IgA adalah untuk mencegah pertautan virus dan bakterike permukaan epitelium. Ig A ditemukan dalam sebagian besar sekresi tubuh, seperti ludah, keringat dan air mata. Campbell, Neil A. et al. (2004). 
c. Imunogloblin M (Ig M)
    Immunoglobin M ialah antibodi yang disintesis pertama kali dalam stimulus antigen. Konsentasinya dalam darah menurun secara cepat. Hal ini diagnostik bermanfaat karena kehadiran IgM umumnya mengindikasikan adanya infeksi baru oleh patogen yang menyebabkan pembentukannya. Sintesis imunoglobin M dilakukan oleh fetus waktu intrauterin. Oleh karena tidak dapat melaan plasenta, maka IgM pada bayi yang baru lahir menunjukkan tanda-tanda infeksi intrauterin.
d. Imunogloblin D (IgD)
   Antibodi IgD tidak mengaktifkan sistem komplemen dan tidak menembus plasenta. IgD terutama ditemukan pada permukaan sel B, yang kemungkinan berfungsi sebagai suatu reseptor antigen yang diperlukan untuk memulai diferensiasi sel-sel B menjadi sel plasma dan sel B memori.
e. Imunogloblin E (IgE)
    Antibodi IgE berukuran sedikit besar dibandingakan dengan molekul IgG dan hanya mewakili sebagian kecil dari total antibodi dalam darah. Ig E disekresikan oleh sel plasma di kulit, mukosa, serta tonsil. Jika bagian ujung IgE terpicu oleh antigen, akan menyebabkan sel melepaskan histamin yang menyebabkan peradangan dan reaksi alergi.
Gambar 8. Kelima kelas Imunogloblin

Mekanisme Pertahanan Tubuh- Kekebalan Spesifik (adaptif)-

        Kekebalan adaptif dapat bersifat alami maupun buatan. kekebalan alami pasif diperoleh bayi dari ibunya saat dalam kandungan; sedangkan kekebalan adaptif alami aktif didapat misalnya melalui infeksi (menderita penyakit terlebih dahulu). Kekebalan adaptif buatan pasif berupa transfer antibodi dari orang lain, sedangkan kekebalan adaptif buatan aktif diperoleh melalui imunisasi.
        Berdasarkan sel yang terlibat dalam mekanisme, kekebalan adaptif dibagi menjadi dua, yaitu kekebalan humoral dan kekebalan yang diperantai sel (cell mediated immunity).
a. Kekebalan Humoral 
    Unsur yang paling berperan dalam kekebalan humoral adalh antibodi yang dihasilkan oleh sel-sel B limfosit. Antibodi ditemukan dalam humor (cairan) tubuh, misalnya darah dan cairan limfa dan berfungsi mengikat bakteri dan racun bakteri, serta menandai virus untuk dihancurkan lebih lanjut oleh sel darah putih.

Gambar 2. Gambaran umum respon kekebalan spesifik



    b. Kekebalan yang Diperantai Sel
        Faktor terpenting dalam kekebalan ini adalah sel-sel hidup, yaitu sel-sel T limfosit. sel-sel ini secara aktif melawan bakteri dan virus yang ada dalam sel tubuh yang terinfeksi. Sel-sel ini juga melawan protozoa, jamur, cacing parasit.

Video HIV



Bentuk virus HIV

limfosit yang berada diantara sel-sel darah merah

virus HIV yg mulai menginvasi limfosit

Natural Killer Cell



Bagian yg berbentuk bulat berwarna putih  merupakan Natural killer cell yang
akan membunuh sel (bag berwarna hitam) 

Video Mekanisme Sistem Pertahanan Tubuh


Bagian warna biru menunjukan antibodi yang menangkap
antigen
Bag berwarna hijau menunjukan limfosit

Pendapatmu mengenai Blog pemb ini?

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Search

Memuat...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...